Dengan mulut mawar hati melati, ia mengajak anak-anak berdiri, berbaris, menggambar dan menyanyi.
Menyelipkan merpati dan kupu-kupu ke dalam buku bersama angka-angka bilangan demi bilangan yang membuat dunia terbuka
“Bintang memang jauh, anakku
Tapi engkau punya kaki untuk berlari
mata untuk mencari
dan tangan untuk menggapai”
Seperti sinar matahari, ia menguak jeruji menerobos kisi-kisi
Langkahnya seringan angin
dadanya serupa permadani atau padang rumput (tak ada kabut, lengkung cakrawala bertaut) ia tak menjual madu, janji-janji beludru
ia hanya patut di sebut Ibu
Ibuku ibumu karena ribuan anak telah melesat ke angakasa lewat pundaknya.
tapi ia tetap di sini seperti jembatan, menunggu jejak tampak anak berlari dan menginjak, yang membuat wangi nama dan kuburnya kelak.
sumber: Dari buku kumpulan puisi Tahun 1999
Subkhanallah.. Seharusnya aku bangga mjd guru Tk.. T.T