the eldest son

tak ada prestasi tanpa pengorbanan

setangkai bunga buat ibu guru TK

Dengan mulut mawar hati melati, ia mengajak anak-anak berdiri, berbaris, menggambar dan menyanyi.

Menyelipkan merpati dan kupu-kupu ke dalam buku bersama angka-angka bilangan demi bilangan yang membuat dunia terbuka

“Bintang memang jauh, anakku

Tapi engkau punya kaki untuk berlari

mata untuk mencari

dan tangan untuk menggapai”

Seperti sinar matahari, ia menguak jeruji menerobos kisi-kisi

Langkahnya seringan angin

dadanya serupa permadani atau padang rumput (tak ada kabut, lengkung cakrawala bertaut) ia tak menjual madu, janji-janji beludru

ia hanya patut di sebut Ibu

Ibuku ibumu karena ribuan anak telah melesat ke angakasa lewat pundaknya.

tapi ia tetap di sini seperti jembatan, menunggu jejak tampak anak berlari dan menginjak, yang membuat wangi nama dan kuburnya kelak.

sumber: Dari buku kumpulan puisi Tahun 1999

1 Komentar »

  ingga wrote @

Subkhanallah.. Seharusnya aku bangga mjd guru Tk.. T.T


Komentar Anda

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>