the eldest son
tak ada prestasi tanpa pengorbananArsip untuk Februari 1, 2008
cerpen
Lelaki lugu bernama Ujang terlihat sedang memasuki sebuah club malam. Dia terheran-heran dengan suasana hingar-bingar. Ia pun duduk di sebelah perempuan yg cantik duduk sendirian. Ujang pun mendekatinya dan menyapanya, “Halo, aku traktir ya…. mau kan?” “Boleh aja. Tapi… kamu jangan berharap lebih ya!” kata perempuan tersebut. “Lho emangnya kenapa?” tanya Ujang. “Karena aku lesbian! Kamu tahu lesbian ‘kan?” seru perempuan itu.
Si Ujang terlihat menggelengkan kepalanya sebagi tanda tidak mengerti. Perempuan itu pun berusaha menjelaskan, “Begini… kamu lihat perempuan seksi yang menari itu? Ok… hasratku sangat meledak-ledak untuk mencumbuinya, menciuminya, dan ‘tidur’ dengannya!” Si Ujang terlihat manggut-manggut seolah-olah mengeti suatu hal. “Ok… kamu sudah mengeti ‘kan?” tanya perempuan cantik yang duduk di sebelah si Ujang. Dengan yakin dan mantap, si Ujang berkata, “Ya… Tuhan, Sepertinya aku juga lesbian…”
sumber : astina ranggataka
puisi
|
SESAL
|
|
|
Kini perhiasan dalam jiwaku telah luruh
Seiring dengan perginya dirimu dari singgasana hatiku Kau…..kau…..dan kau….. Perempuan yang sama dengan wajah yang berbeda Telah menguliti keikhlasan abadi dalam cintaku Mungkin aku sudah terjatuh
Dan terjerembab dalam terali durja penuh remang Anganku kian melambung Dan dukaku kian menghilangkan kesadaran hatiku Bila aku telah kau tinggalkan sumber: Efendi JackFriday, 12 October 2007Mojokerto, 11 Oktober 2007
|
|